Menulislah...Ceritakan Apa Yang Kamu Rasakan

Cara Menghitung Rumus Dalam Kalkulator Berat Badan Ibu Hamil

Sama seperti kondisi pada umumnya, berat badan akan berpengaruh pada kesehatan termasuk saat Anda sedang hamil. Hal ini disebabkan karena ketika Anda hamil, Anda tidak hanya memiliki berat badan untuk Anda sendiri namun juga berat badan untuk bayi Anda yang bisa mengindentifikasikan kesehatan baik ibu ataupun untuk anak.
Pengukuran berat badan sendiri bisa menggunakan kalkulator berat badan ibu hamil baik dengan menggunakan perhitungan manual ataupun dengan menggunakan kalkulator online dan aplikasi. Cara untuk menghitung kenaikan berat badan adalah dengan menggunakan BMI atau body mass index yang dihitung berdasarkan pada tinggi serta berat badan ketika sedang hamil. 


Penggolongan Berat Badan Ibu Hamil
Dari hasil perhitungan BMI, maka menggunakan paduan IOM (institute of medicine), diperoleh penggolongan hasil seperti berikut ini:
1 .BMI dibawah 18,5
Jika Anda mendapatkan hasil di bawah 18,5 maka berarti Anda memiliki berat badan yang kurang atau underweight. Artinya, Anda harus meningkatkan berat badan hingga 12-18 kg selama kehamilan. 
Jika selama kehamilan kondisi ibu terus mengalami underweight, maka ditakutkan bayi akan terlahir dalam kondisi yang cacat. Selain itu, bayi bisa juga memiliki berat badan yang sangat kurang sehingga perlu perawatan intens setelah melahirkan. 
2. BMI 18,5 -24,9
Angka atau hasil dari perhitungan BMI ini adalah angka ideal. Artinya Anda mampu menaikkan berat badan sekitar 11-16 kg. perhitungannya adalah terjadi kenaikan berat badan sebanyak 0,5-2,5 kg selama 3 bulan di awal atau di trimester pertama. Setelah memasukki trimester kedua, berat badan ideal akan bertambah sebanyak 0,5 kg per minggunya hingga HPL tiba.
Di angka ini, pertambahan berat badan pada janin adalah sekitar 10 gr per harinya. Sehingga jika Anda memiliki hasil BMI yang tinggi, maka kemungkinan besar, bayi yang Anda kandung juga memiliki bobot yang besar pula. 
3. BMI 25-29,9
Jika hasil menunjukkan di angka ini, maka Anda mengalami kelebihan berat badan atau overweight karena penambahan berat badan seharusnya sekitar 7-11 kg. Selain itu, jika kondisi ibu overweight maka akan meningkatkan resiko mengalami hipertensi dan diabetes. Bahkan pertumbuhan bayi juga bisa terlambat disebabkan karena supply oksigen yang berasal dari plasenta menjadi terganggu. Ini disebabkan karena pada bagian plasenta justru tertutupi oleh lemak. 
Contoh gangguan pertumbuhan pada anak jika kondisi ibu mengalami overweight adalah memiliki tingkat kecerdasan yang kurang. Misalnya daya tangkap yang lebih rendah dibandingkan dengan anak yang lainnya. 
Sehingga mau tidak mau, Anda harus bisa menurunkan berat badan Anda misalnya dengan diet dan mengurangi mengkonsumsi gula. 
4. BMI di atas 30
Jika hasil dari penghitungan tersebut mencapai angka 30 maka berarti Anda mengalami obesitas bahkan bisa mengalami diabetes. Padahal untuk kenaikan berat badan hanya sekitar 5-9 kg saja. 
Sebagai contoh, jika hasil dari perhitungan kalkulator berat badan ibu hamil tersebut mencapai 31,1. Artinya selama masa kehamilan, ibu hamil yang bersangkutan mengalami kenaikan berat badan yang sangat banyak. Sehingga, agar saat HPL tidak terjadi apapun yang membahayakan baik ibu ataupun janin, maka Anda harus melakukan diet karena hingga berat badan Anda selama hamil bisa ideal. 

Namun, jika Anda mengalami kekurangan berat badan, maka Anda harus memenuhi kebutuhan gizi tersebut agar Anda dan juga janin yang ada di perut Anda bisa memperoleh berat badan yang ideal. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Instagram