Menulislah...Ceritakan Apa Yang Kamu Rasakan

Jalan Jalan Ke Belakang Padang Kepulauan Riau Sembari Menikmati Pantai Pasir Putih


Ketika Pulau Sambu tidak lagi bisa dimasuki secara bebas, bukan berarti aku dan beberapa temanku berkecil hati, karena kami bisa mencari alternatif untuk mengisi liburan minggu ini.

Dengan membawa muka sedikit kecewa karena dilarang masuk ke Pulau Sambu oleh securitynya, kami pun menaiki pancung / boat kecil yang bermuat 10 orang, untuk melanjutkan perjalanan ke Belakang Padang. Cukup membayar Rp 6.000/orang kamipun diantar ke pelabuhan Belakang Padang, tidak jauh kok jaraknya, karena lebih kurang tujuh menit kami sudah sampai.

Belakang Padang masih masuk dalam Kepulauan Riau, Jika dari Batam naik pancungnya dari pelabuhan sekupang bersebelahan dengan pelabuhan domestic sekupang ya. Dengan biaya Rp 15.000/orang dengan lama perjalanan kurang lebih 25 menit, jadi selama berada di atas pancung kita bisa menikmati keindah laut biru yang indah, ditambah lagi jika cuaca cerah, bangunan bangunan megah dari negara Singapura akan tampak begitu jelas.

Pantai Pasir Putih yang banyak ditumbuhi Bakau

Sesampainya di Belakang Padang, kami mutar mutar dahulu untuk mencari kuliner apa yang masih bisa kami nikmati siang itu, Namun sayang seribu sayang, ternyata di Pulau Penawar Rindu ini  kami tak mendapatkan menu yang cocok, karena warung warung disana sudah banyak yang tutup.

Keputusan terakhir agar minggu ini tetap ceria, adalah memilih Pantai Pasir Putih menjadi tujuan kami piknik. Nah di Belakang Padang ini transportasi nya cuma becak,  jadilah kami naik becak menuju pantai dengan membayar Rp 20.000/orang pp. Sekitar 10 menit kami sampai juga di tujuan.

Ketika masuk ke area pantai kita bayar Rp 5.000 untuk dewasa, Rp 2.000/anak. Kami datang disambut dengan air surut, sehingga yang tampak hanyalah pasir putih dan pohon pohon bakau. Tak masalah lah bagi kami, yang terpenting kami bisa piknik. 

Kawan kawan  yang lain segera mencari tempat duduk, dan aku pun segera menggantungkan hammock di batang pohon kelapa.  Taraaaa acara piknik pun dimulai, dimana teman teman langsung mengeluarkan makanan yang sudah dibawa dari Batam dan langsung menyantapnya, Aku memilih makan di hammock, begitu juga dengan salah satu temanku memilih berayun di hammock sampai tertidur pulas.

Pengelola Pantai Pasir Putih menyediakan beberapa gazebo, ayunan, rumah pohon, dan kesemuanya ini bisa kita nikmati tanpa dipungut biaya lagi, tempat sampah pun sudah tersedia dimana mana, sehingga aku cukup nyaman berada disini.

Ketika Pulau Sambu tidak lagi bisa dimasuki secara bebas, bukan berarti aku dan beberapa temanku berkecil hati, karena kami bisa mencari alternatif untuk mengisi liburan minggu ini.

Dengan membawa muka sedikit kecewa karena dilarang masuk ke Pulau Sambu oleh securitynya, kami pun menaiki pancung / boat kecil yang bermuat 10 orang, untuk melanjutkan perjalanan ke Belakang Padang. Cukup membayar Rp 6.000/orang kamipun diantar ke pelabuhan Belakang Padang, tidak jauh kok jaraknya, karena lebih kurang tujuh menit kami sudah sampai.
Belakang Padang masih masuk dalam Kepulauan Riau, Jika dari Batam naik pancungnya dari pelabuhan sekupang bersebelahan dengan pelabuhan domestic sekupang ya. Dengan biaya Rp 15.000/orang dengan lama perjalanan kurang lebih 25 menit, jadi selama berada di atas pancung kita bisa menikmati keindah laut biru yang indah, ditambah lagi jika cuaca cerah, bangunan bangunan megah dari negara Singapura akan tampak begitu jelas.

Sesampainya di Belakang Padang, kami mutar mutar dahulu untuk mencari kuliner apa yang masih bisa kami nikmati siang itu, Namun sayang seribu sayang, ternyata di Pulau Penawar Rindu ini  kami tak mendapatkan menu yang cocok, karena warung warung disana sudah banyak yang tutup.

Keputusan terakhir agar minggu ini tetap ceria, adalah memilih Pantai Pasir Putih menjadi tujuan kami piknik. Nah di Belakang Padang ini transportasi nya cuma becak,  jadilah kami naik becak menuju pantai dengan membayar Rp 20.000/orang pp. Sekitar 10 menit kami sampai juga di tujuan.

Ketika masuk ke area pantai kita bayar Rp 5.000 untuk dewasa, Rp 2.000/anak. Kami datang disambut dengan air surut, sehingga yang tampak hanyalah pasir putih dan pohon pohon bakau. Tak masalah lah bagi kami, yang terpenting kami bisa piknik. 

Kawan kawan  yang lain segera mencari tempat duduk, dan aku pun segera menggantungkan hammock di batang pohon kelapa.  Taraaaa acara piknik pun dimulai, dimana teman teman langsung mengeluarkan makanan yang sudah dibawa dari Batam dan langsung menyantapnya, Aku memilih makan di hammock, begitu juga dengan salah satu temanku memilih berayun di hammock sampai tertidur pulas.

Pengelola Pantai Pasir Putih menyediakan beberapa gazebo, ayunan, rumah pohon, dan kesemuanya ini bisa kita nikmati tanpa dipungut biaya lagi, tempat sampah pun sudah tersedia dimana mana, sehingga aku cukup nyaman berada disini.

Makan sudah, minum air kelapa sudah, minum teh obeng sudah, foto foto sudah, bermain pun sudah, artinya kami pun gembira hari ini, karena kekecewaan kami terganti dengan berpiknik di Pantai Pasir Putih Belakang Padang. Dan kami pun pulang dengan dijemput Pak De becak untuk diantar ke Pelabuhan lagi. Betapa senangnya piknik dadakan kali ini

Suasana Pantai Pasir Putih Belakang Padang


Makan sudah, minum air kelapa sudah, minum teh obeng sudah, foto foto sudah, bermain pun sudah, artinya kami pun gembira hari ini, karena kekecewaan kami terganti dengan berpiknik di Pantai Pasir Putih Belakang Padang. Dan kami pun pulang dengan dijemput Pak De becak untuk diantar ke Pelabuhan lagi. Betapa senangnya piknik dadakan kali ini

Sampai jumpa lagi Belakang Padang, Pulau Penawar Rindu dengan kulinernya yang memang sering dirindukan ~~~~~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Instagram