Menulislah...Ceritakan Apa Yang Kamu Rasakan

Tips Mengatasi Demam Pada Anak Setelah Imunisasi DPwT Atau DPT 2

Saat ini agak sulit mendapatkan vaksin DPaT dan bahkan sudah termasuk langka. Salah satu solusi yang bisa dilakukan agar tetap mendapatkan vaksin adalah dengan vaksin DPwT yang lebih  banyak stoknya. Tetapi sayangnya vaksin DPT 2 ini umumnya akan menyebabkan anak mengalami demam pasca imunisasi. 

Memberikan imunisasi DPT memang sebaiknya disegerakan dan tidak boleh ditunda apalagi  dilewatkan. Pemberian vaksin DPT ini berfungsi untuk mencegah terjadinya beberapa penyakit yang
dapat membahayakan bayi seperti difteri, tetanus, dan pertussis. Banyaknya orang tua mencari vaksin DPT jenis DPaT yang sedang langka ini karena memiliki kelebihan yakni  dapat meminimalkan resiko demam pada anak setelah imunisasi seperti kebanyakan imunisasi DPT.


Jangan sampai karena kosongnya stok DPaT maka akan ditundanya vaksinasi DPT, karena masih bisa
menggunakan produk Biofarma yang lainnya yaitu jenis DPwT atau DPT 2 yang memang lebih banyak stoknya. Tetapi jika kemudian anak demam setelah mendapatkan vaksin DPwT atau DPT 2, maka para orang tua tersebut tidak perlu khawatir. Respons tersebut adalah sebuah hal yang wajar terjadi dan ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi demam setelah imunisasi DPT 2.

Reaksi yang dapat terjadi pada anak sesaat setelah melakukan vaksin DPT 2 seperti demam tinggi, rewel,adanya timbul kemerahan pada bekas suntikan, nyeri, dan juga pembengkakan. Kesemua reaksi itu akan dapat hilang dalam 2 hari. Didalam kondisi yang seperti itu sebaiknya bayi diberikan minuman yang lebih banyak lagi yang bisa didapatkan dari ASI ataupun air buah. Jika anak mengalami demam cobalah gunakan pakaian yang tipis dan tidak berbahan tebal. Jika diperlukan cobalah untuk memberikan suntikan penghilang rasa nyeri ataupun dengan mengkompreskan air dingin. 

Pada saat bayi mengalami demam, boleh dimandikan ataupun hanya diseka menggunakan air hangat.
Tetapi jika ibu ingin menurunkan demam si kecil maka bisa dengan memberikan obat paracetamol
dengan dosis 15 mg/kg berat badan setiap 3 hingga 4 jam jika dibutuhkan. Dan maksimal pemberiannya adalah sebanyak 6 kali selama 24 jam. Jika kondisinya semakin parah maka ibu harus membawa si kecil ke dokter dengan segera. 

Untuk lebih jelasnya berikut beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk menurunkan suhu tubuh dan mengurangi rasa tidak nyaman pada bayi diantaranya yaitu :

Memantau Suhu Tubuh
Beberapa saat setelah imunisasi maka sebaiknya si kecil diberi obat penurun demam. Pemberian obat ini selain akan dapat mengurangi demam tetapi juga dapat membantu untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada bekas suntikan. Jika demam si kecil hingga mencapai 38 0 C maka barengi dengan mengompres menggunakan air hangat. Yang perlu diperhatikan adalah tidak mengompresnya dengan air dingin supaya adanya perbedaan suhu tidak akan menimbulkan reaksi tertentu pada tubuh bayi. Dan juga tidak menggunakan kain yang terlalu basah supaya si kecil akan tetap merasa tubuhnya hangat.

Menjaga Asupan Cairannya
Tingginya suhu badan akan dapat mengurangi kadar cairan yang ada didalam tubuh, oleh karena itu harus tetap dijaganya asupan cairan bayi. Dengan memperbanyak memberi ASI maka akan dapat membantu untuk meredakan demam si kecil. Hal tersebut dikarenakan  ASI mengandung molekul anti inflamasi alami yang dapat membantu untuk mengurangi peradangan, dan meningkatkan kekebalan tubuh bayi.

Tidak Memberikan Selimut Yang Tebal
Pada saat bayi mengalami demam maka justru yang diperlukannya adalah ruang nyaman dan lega supaya lekas
turunnya demam. Oleh karena itu pilihkan si kecil pakaian yang tipis dan longgar. Dan hindari
penggunaan setelan tebal, jaket, ataupun selimut tebal.

Mengompres Bekas Suntikannya
Setelah diimunisasi biasanya bayi akan rewel karena terjadinya pembengkakan, dan akan hilang dalam dua hari. Bayi akan merasa tidak nyaman dengan rasa sakit yang dideritanya, terlebih pada saat bagian tersebut disentuh. Supaya pembengkakannya berkurang, ibu harus rajin mengompresnya dengan menggunakan air hangat.

Memberikan Pijatan Lembut
Si kecil akan rewel dan merasa tidak nyaman pada saat mengalami demam. Oleh karena itu untuk mengurangi gejala tersebut cobalah untuk memberikan pijatan lembut yang dilakukan secara berulang. Dengan memberikan pijatan lembut ini maka akan dapat membantu untuk memperlancar sirkulasi darah, dan akan menjadi lebih tenangnya bayi.

Para orang tua tidak perlu khawatir untuk memberikan vaksin pada bayinya, lakukanlah dengan tepat
waktu dan sesuai dengan jadwal. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan yang menyeluruh kepada si kecil. Dan jangan lupa juga untuk mengkonsultasikan dengan Puskesmas ataupun Rumah Sakit tentang pemberian imunisasi ini. Dengan memberikan imunisasi secara teratur maka ini berarti ibu telah memberikan perlindungan sejak dini bagi si kecil. 

Lalu apa yang menyebabkan anak mengalami demam setelah diimunisasi? Pada saat anak diimunisasi maka tubuhnya akan dimasuki oleh vaksin yang sudah jinak. Setelah itu tubuhnya akan memproduksi sebuah respon imun dengan cara yang sama yaitu sama seperti pada saat terkena penyakit, tetapi tubuhnya tidak menunjukkan gejala penyakit tersebut. Semoga bermanfaat :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Instagram