Menulislah...Ceritakan Apa Yang Kamu Rasakan

Event Festival Pulau Penyengat 2019 Di Meriahkan Artis Iyeth Bustami


Gak terasa ya, dalam beberapa hari kedepan Festival Penyengat 2019 berlangsung, dan kali ini semakin glamor. Aroma dan rasa budaya Melayunya pun semakin kuat. Program Calendar of Event (CoE) 2019 dari Kemenpar tersebut menyajikan aksi Iyeth Bustami, pada hari minggu tanggal 17 Februari , pukul 12.00 WIB. 

Event Festival Penyengat 2019 digelar mulai 14-18 Februari di Pulau Penyengat, kota anjungpinang, Kepulauan Riau. Hegemoni festival dijamin semakin melejit dengan aksi Iyeth Bustami. Kehadiran Iyeth atas prakarsa dari Kemenpar. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa mengungkapkan, Iyeth akan menambah warna budaya Melayu dari Festival Penyengat.


“Festival Pulau Penyengat ini identik dengan budaya Melayu. Hal serupa melekat pada figur Iyeth Bustami. Jadi, kehadiran Iyeth ini merupakan paket terbaik. Festival Penyengat tahun ini akan semakin berwarna. Suasananya juga bertambah meriah.

Hadirnya Iyeth Bustami selalu menjadi daya tarik tersendiri. Iyeth sangat familiar dan aksinya selalu di nanti oleh publik. Dengan performa Iyeth di Festival Penyengat, kami optimistis arus wisatawan akan semakin besar. Total kunjungan wisatawan akan naik positif,” terang Kiki-sapaan Rizki Handayani.

Kehadiran Iyeth bisa mengacu Kenduri Seni Melayu 2018, 1-3 November silam, di Batam, Kepulauan Riau. Menjadi pembuka event, Kamis (1/11), aksi Iyeth mampu menarik animo wisatawan hingga 6.000 orang. Angka tersebut menempati slot 40% dari target 15.000 orang selama 3 hari event. Ada banyak lagu  yang disajikan Iyeth, seperti Laksmana Raja di Laut, Laela Canggung, Tanjung Katung, juga Yale Yale.

“Akan ada banyak lagu hits yang akan dibawakan Iyeth di Festival Penyengat ini. Iyeth juga biasanya suka menawarkan request lagu kepada pengunjung. Jadi, bukan hanya bergembira, wisatawan juga bisa berinteraksi langsung dengan Iyeth. Dia ini sangat ramah dan hangat kepada fans,” jelas Kiki lagi.

Menjadi bagian Festival Penyengat 2019, Iyeth Bustami otomatis berbagi space dengan sub event lainnya. Apalagi, Festival Penyengat sudah menyediakan banyak sub event. Genrenya, seperti budaya melayu, wisata sejarah, religi, hingga beragam lomba dan permainan tradisional. Warna kekinian bahkan muncul melalui Layar Tancap, Kamis (14/2), pukul 19.30 WIB di Balai Kelurahan, Pulau Penyengat.

“Komposisi konten Festival Penyengat 2019 memang semakin menarik dengan aksi Iyeth Bustami. Yang jelas penyelenggaraan Festival Penyengat secara keseluruhan jangan sampai terlewatkan. Sebab, ragam dan konten yang ditawarkan sangat menarik. Apalagi, event juga menyajikan banyak perlombaan,” jelas Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Digelar hampir sepekan, Festival Penyengat 2019  memiliki sekitar 11 konten perlombaan. Pada hari pertama event, Kamis 14 Februari , ada Lomba Gurindam XII yang tersohor dan Lomba Napak Tilas Sejarah. Untuk hari ke-2, disajikan Lomba Berbalas Pantun, Kompang Kreasi, dan Dangkong. Varian perlombaan semakin berwarna pada Sabtu 16 Februari , seperti Kuliner, Lagu Melayu, Berzanji, Gasing, juga Baca Puisi.

“Silahkan datang ke Festival Penyengat 2019. Nikmatilah beragam budaya dan alam yang eksotis. Sebab, alam di Pulau Penyengat ini juga luar biasa. Yang jelas, segera atur perjalanan menuju Pulau Penyengat. Sebab, atraksi terbaik digelar di Festival Penyengat ini,” tegas Kabid Pengembangan Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Trindiana M Tikupasang.

Selain atraksi, aksesibilits menuju Pulau Penyengat juga sangat mudah. Sebab, ada banyak penerbangan menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang. Dari Kota Tanjung Pinang, wisatawan pun bisa menyeberang melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura menuju Dermaga Penyengat. Moda transportasinya perahu pompong  dengan waktu tempuh sekitar 15 menit dan biaya sekitar Rp 15.000/pp. Untuk penginapan di pulau Penyengat juga sudah tersedia. Namun jika ingin menginap di kota Tanjungpinang, di area pelabuhan terdapat puluhan wisma dan hotel dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp 80.000/kamar.

Salam dari Pulau Penyengat



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Instagram