Menulislah...Ceritakan Apa Yang Kamu Rasakan

Menikmati Masa Kehamilan Saat Kuliah Ternyata Tak Bikin Repot

Aku menikah diusia 20tahun. Saat hari pernikahan kebetulan aku baru siap menstruasi, jadilah aku disebut bunting pelaminan oleh orang tua dulu dulu, karena pasca pernikahan sebulan kemudian aku langsung dinyatakan positif hamil. Senang ? Sudah pasti namun ada juga kerisauan hati karena saat itu aku masih kuliah semester 5, aku berfikir gimana aku bisa aktif kuliah ya jika perut ku makin lama makin membesar, ini pasti akan menganggu aktivitas ku. 



Kerisauan hatiku aku sampaikan kepada si Abang, kok aku cepat kali hamil, padahal aku kan masih kuliah dan masih pengen menikmati masa berduaan keluh ku pada Abang, saat dia pulang kerja. Namun Abang menjawab, syukurlah kamu cepat hamil, artinya Abang kan tokcer..hrrrgg kerisauan hatiku malah ditanggapi dengan candaan. Dek..jaga saja kandungannya, semoga anak ini tak rewel jadi dia tak menganggu kuliahmu, dan semoga dengan lahirnya anak kita nanti, Ibu jadi bisa menerima kita kembali dan merestui kita. Aku terdiam dan ya mungkin saja ini jalan Tuhan untuk kami agar hati Ibu luluh ketika cucu pertamanya lahir, maklum saja pernikahan kami ini memang ditentang oleh Ibu sejak kami pacaran 3 tahun lalu.

Yang Disukai Saat Ngidam

Sambal Kerang / Kepah
Seperti wanita wanita lainnya, saat memasuki bulan pertama dan kedua kehamilan aku merasa mual di pagi hari, dan pengen ini itu. Namun gak aneh aneh juga permintaan aku, paling aku suka di belikan sambal kerang. Duuh kalo udah ada sambal kerang ini aku makannya buanyaakk..mau nya nambah dan nambah lagi..

Yang Tidak Disukai Saat Ngidam

Bakso
Bakso adalah kuliner yang disukai sejuta umat, termasuk diriku, itu saat sebelum aku hamil, Namun ketika aku dalam masa ngidam, bakso merupakan kuliner yang paling tidak kusukai.. duuh bener bener langsung mau muntah jika ada yg menyebut bakso didepan ku..heheh aneh banget ya..  Bayangkan satu bulatan bakso itu aku gak bisa habis..udah eneq duluan, pernah dipaksa sama Abang karena dia mikir aku mengada ada..akhirnya aku muntah.. sejak itu dia tak mau lagi mengajakku makan bakso.

Aku bersyukur kehamilan pertama ini, dedek bayi nya tak rewel, aku bisa makan apa saja kecuali bakso. Aku bisa beraktifitas seperti biasanya tanpa ada yg berubah dari fisikku selain perut yang mulai buncit. Dedek bayi nya aktif saat memasuki usia 4 bulan, dimana saat itu aku sedang sholat, disaat aku fokus membaca ayat sholat kemudian dug dug dug aku merasakan ada detak jantung lain selain jantungku, sesaat hilang fokus sholatku, namun aku kembali fokus utk membaca ayat Alquran lagi lagi suara detak jantung berbunyi kembali. Aahh kali ini benar2 hilang fokus sholatku, aku membaca ayat Alquran begitu cepat sehingga sholatku seperti orang yg dikejar dukun beranak.. begitu cepat selesainya hehehehe.

Aku kembali mencoba diam dan ingin merasakan kembali detak jantung tersebut, namun suara itu tak lagi terdengar sampai capek aku menunggu nya dalam diam tak juga suara itu terasa...hhrrg masih kecil udah pandai main2 kamu ya nak..awas ya kalo lahir nanti umi cubit kamu..itulah candaan ku yg kusampaikan pada bayi yg ada didalam perutku.

Hari hari berlalu, tak terasa aku sudah semester akhir untuk pembuatan skripsi, dan kandungan ku pun mau masuk 9 bulan. Setiap hari aku dan dedek bayi berlomba dengan waktu utk menyelesaikan skripsiku. Tiap pagi aku tetap mengendarai motor utk pergi ke perusahaan tempat aku mengambil data data utk skripsiku, pulang sudah sore dan kembali menjadi istri yang harus menyediakan keperluan suami. Aku begitu bersemangat menyelesaikan skripsiku sampai akhirnya skripsi ku siap dan diterima oleh sang dosen pembimbing. Tinggal menunggu sidang. Aku pun senang dan lega..karena tak sia sia usahaku selama hamil ini. 

Terimakasih ya nak kamu kuat umi pun ikut kuat.😊 Malam harinya aku sangat kelelahan karena full aktivitas hari ini, kurasakan mulai sakit perut ku. Awalnya aku diam saja dan coba untuk tidur. Namun kok semakin sakit, aku pun mengeluh kepada Abang bahwa perutku sakit. Si Abang dengan sabarnya mengelus elus perutku, mana tau reda sakitnya, namun kenyataanya malah makin sakit dan itu sesaat namun sering. Melihat aku mulai kesakitan si Abang pun sigap menyiapkan beberapa helai kain, dan mengajakku untuk ke klinik bersalin.


                                                  =========Bersambung =======

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Instagram